Ditinggal suami bukanlah akhir dari perjalanan hidup seorang perempuan. Apapun pilihannya, baik itu menikah lagi ataupun tetap sendiri, mereka harus tetap memperjuangkan masa depan. Lantas bagaimana jika mereka tinggal berdampingan untuk menguatkan satu sama lain di dalam sebuah kampung janda?
Kampung janda, itulah sebutan para warga Batuah menyebut kampungnya sendiri. Salah satu sebabnya, sudah sejak sekitar 10 tahun kampung ini memiliki banyak janda. Mulai dari janda tua hingga janda muda, janda banyak anak hingga satu anak, janda dari beberapa suami hingga satu suami, janda ditinggal mati, maupun janda cerai.

Tidak semuanya memang, namun seperti yang dilaporkan bangkapos.id, sekitar 90% perempuan yang ada di kampung tersebut menyandang status janda. Menurut sang ketua RT, Ahmad Nurhansah, umumnya perempuan-perempuan di kampung tersebut menikah dengan suami yang rentang usianya terpaut cukup jauh. Ia mencotohkan salah satu warganya yang berjenis kelamin perempuan menikah di usia 15 tahun. Sementara suaminya ketika itu sudah berusia 30 tahun.

Kabupaten yang beribukota di Sampit tersebut punya banyak stok janda yang masih muda dan cantik. Jika dihitung berdasarkan sensus penduduk, maka ada sekitar 473 wanita muda yang berstatus sebagai janda.Warga daerah setempat mempunyai kebiasaan untuk menikahkan Anak-anak mereka pada usia yang masih belia. Hal itulah yang dilansir sebagai penyebab seringnya terjadi kasus perceraian.
Bagaimana, tertarik untuk pergi ke kampung Janda Batuah? Siapa tau ada satu yang nyantol kwkwk.
HALAMAN SELANJUTNYA:

